CV dan wawancara hanya menunjukkan apa yang ingin ditunjukkan kandidat. Glosmon menelusuri jejak digital secara legal dan komprehensif — membantu tim Human Capital membuat keputusan perekrutan dan promosi yang lebih akurat.
Digital vetting adalah proses memeriksa, mengumpulkan, dan menganalisis jejak digital serta aktivitas online seorang kandidat jabatan atau karyawan, untuk membantu tim HR mengambil keputusan perekrutan dan manajemen talenta yang lebih akurat.
Cyber vetting berfungsi sebagai instrumen validasi mendalam untuk menakar kecocokan budaya, sekaligus memitigasi risiko reputasi dan hukum yang berpotensi merugikan stabilitas perusahaan di masa depan.
Tim CVT mengumpulkan data secara komprehensif dari berbagai sumber publik yang legal, diklasifikasikan ke dalam matriks berikut.
Hasil investigasi dikonversikan menjadi empat dasar pengambilan keputusan bagi manajemen Human Capital.
Dasar keputusan untuk menolak kandidat dengan rekam jejak digital buruk — ujaran kebencian, diskriminasi, atau pembocoran data rahasia mantan perusahaan secara publik.
Memastikan keabsahan data resume — mencocokkan linimasa masa kerja pada CV dengan rekam jejak profesional di LinkedIn atau portofolio.
Menilai kesesuaian nilai personal kandidat dengan visi korporasi, misalnya keaktifan kampanye lingkungan untuk perusahaan berorientasi eco-friendly.
Menemukan keunggulan pasif berbobot tinggi — aktif sebagai pembicara seminar, menulis artikel edukatif, atau kontributor industri.
Pendalaman awal secara langsung dengan subjek, offline maupun online.
Bedah dokumen curriculum vitae dan penandaan parameter awal investigasi.
Penelusuran intensif terhadap seluruh kanal digital kandidat.
Penyerahan laporan komprehensif dalam format laporan PDF.
Hubungi tim kami untuk konsultasi kebutuhan cyber vetting perusahaan Anda — dari rekrutmen satuan hingga monitoring bulanan.